Logo hasdemy
Pelatihan Juru Sembelih Halal Berbasis Standar Kompetensi 13 May 2026

Pelatihan Juru Sembelih Halal Berbasis Standar Kompetensi

Tangerang, 13 Mei 2026 — Pelatihan Juru Sembelih Halal Sesuai Standar Kompetensi menjadi kebutuhan penting dalam penguatan layanan produk halal di Indonesia.

Pelatihan ini membantu peserta memahami prosedur penyembelihan, kebersihan alat, kesejahteraan hewan, dan ketentuan halal. Dengan demikian, proses penyembelihan tidak hanya memenuhi aspek teknis, tetapi juga syariat.

Kebutuhan tersebut meningkat karena produk halal memerlukan proses yang dapat ditelusuri dan diperiksa. Selain itu, rumah potong dan pelaku usaha pangan membutuhkan tenaga kerja yang memahami standar kerja halal.

Baca juga: Industri Halal Indonesia Butuh Penyelia Halal Andal

Standar Kompetensi Makin Dibutuhkan

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal menjadi dasar penyelenggaraan jaminan produk halal di Indonesia. Regulasi ini menekankan pentingnya kepastian halal pada produk yang beredar.

Sementara itu, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal menjelaskan bahwa proses produk halal mencakup bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, distribusi, hingga penyajian produk. Ketentuan tersebut menunjukkan pentingnya kompetensi dalam setiap tahapan produksi halal.

Namun, proses penyembelihan halal tidak cukup hanya berdasarkan kebiasaan kerja. Karena itu, pelatihan perlu mengajarkan prosedur yang konsisten dan sesuai standar kompetensi.

Bagi masyarakat, pelatihan juru sembelih halal dapat membuka peluang kerja di rumah potong hewan, industri pangan, distribusi daging, dan layanan katering. Artinya, kebutuhan SDM halal juga berkembang di sektor rantai pasok pangan.

Baca juga: Penyelia Halal dan Auditor Halal Peluang Karier 2026

Vokasi Halal Perlu Pendekatan Praktik

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Kebijakan ini menekankan penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, pelatihan berbasis praktik membantu peserta memahami prosedur kerja secara langsung. Dengan kata lain, pembelajaran perlu dilakukan melalui simulasi dan pengawasan teknis.

Dalam praktiknya, peserta perlu memahami pemeriksaan hewan, teknik penyembelihan, sanitasi alat, dan pencatatan proses. Kemudian, peserta juga harus menjaga ketelitian agar standar halal tetap terpenuhi.

Pada saat yang sama, industri pangan membutuhkan sistem kerja yang dapat diaudit. Dokumentasi proses menjadi penting untuk menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen.

Ke depan, kebutuhan tenaga kerja halal diperkirakan meningkat seiring pertumbuhan industri pangan halal nasional. Oleh sebab itu, pelatihan juru sembelih halal berbasis kompetensi menjadi fondasi penting bagi kualitas layanan halal.

Kontak Whatsapp