13 April 2026
Sertifikasi juru sembelih halal (Juleha) menjadi faktor penting dalam meningkatkan profesionalisme tenaga penyembelih di Indonesia, khususnya menjelang Idul Adha 2026. Kebutuhan tenaga yang kompeten meningkat seiring bertambahnya aktivitas penyembelihan hewan kurban di berbagai daerah.
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyebutkan bahwa kompetensi Juleha mencakup pemahaman teknik penyembelihan yang benar, penanganan hewan, serta penerapan standar kebersihan. Sertifikasi menjadi bentuk pengakuan terhadap kemampuan tenaga kerja dalam menjalankan proses tersebut sesuai standar yang berlaku.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa konsumsi daging masyarakat meningkat pada periode hari besar keagamaan, termasuk Idul Adha. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya aktivitas penyembelihan hewan secara nasional dan kebutuhan tenaga penyembelih yang terlatih.
Secara global, Food and Agriculture Organization (FAO) menekankan bahwa profesionalisme dalam penyembelihan berpengaruh terhadap kualitas dan keamanan pangan. Praktik yang tepat dapat membantu menjaga mutu daging serta mengurangi risiko kontaminasi.
Dampak terhadap masyarakat terlihat dari meningkatnya kualitas produk daging yang dihasilkan serta keamanan dalam proses konsumsi. Tenaga Juleha yang bersertifikat juga memiliki peluang kerja lebih luas, terutama dalam kegiatan penyembelihan musiman.
Pemerintah Indonesia mendukung peningkatan sertifikasi Juleha melalui program pelatihan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja. Upaya ini bertujuan memastikan kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung proses penyembelihan yang berkualitas.
Ke depan, sertifikasi Juleha diperkirakan akan semakin meningkat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya profesionalisme, kualitas, dan keamanan dalam proses penyembelihan hewan di Indonesia.
Copyright @ 2026 By Halal Syariah Integrasi