Logo hasdemy
Sempurnakan Ibadah Anda Inilah Amalan Sunnah Sebelum Melaksanakan Qurban 16 May 2026

Sempurnakan Ibadah Anda Inilah Amalan Sunnah Sebelum Melaksanakan Qurban

Tangerang, 16 Mei 2026 - Ibadah qurban adalah salah satu amalan yang paling dicintai Allah SWT di hari raya Idul Adha. Bagi Anda yang telah berniat dan mampu untuk menjadi shohibul qurban (orang yang berkurban), sangat dianjurkan untuk mengikuti sunnah-sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Mengikuti sunnah ini bukan hanya sekadar menjalankan ritual, tetapi juga bentuk penghormatan kita terhadap kesakralan ibadah qurban itu sendiri. Berikut adalah beberapa amalan sunnah sebelum melaksanakan qurban yang perlu Anda perhatikan:

1. Tidak Memotong Rambut dan Kuku

Salah satu sunnah yang paling spesifik bagi orang yang ingin berkurban adalah tidak memotong rambut dan kuku sejak memasuki tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan qurbannya disembelih.

Tujuannya: Agar seluruh bagian tubuh kita (termasuk kuku dan rambut) ikut dibebaskan dari api neraka bersamaan dengan darah qurban yang mengalir.

Catatan: Larangan ini bersifat makruh jika dilakukan (menurut sebagian ulama) dan tidak membatalkan keabsahan qurban, namun meninggalkannya akan memberikan pahala kesempurnaan.

2. Berpuasa di Awal Bulan Dzulhijjah

Sangat disarankan bagi orang yang ingin berkurban (maupun yang tidak) untuk menghidupkan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dengan ibadah, terutama berpuasa.

Puasa Arafah: Khususnya pada tanggal 9 Dzulhijjah, puasa ini sangat ditekankan karena dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

3. Memilih Hewan Qurban yang Terbaik

Sunnah berikutnya adalah memilih hewan yang paling berkualitas. Jangan hanya mencari yang termurah, tetapi carilah yang:

  1. Gemuk dan Sehat: Rasulullah SAW menyukai hewan yang tampak gagah dan berdaging banyak.
  2. Tanpa Cacat: Pastikan hewan tidak buta, tidak pincang, tidak sakit, dan tidak kurus kering.
  3. Warna Putih/Cerah: Sebagaimana Nabi SAW sering berkurban dengan domba jantan yang putih atau belang hitam putih.

4. Menyembelih Sendiri (Jika Mampu)

Jika Anda memiliki keberanian dan keahlian untuk menyembelih, disunnahkan untuk menyembelih hewan qurban Anda sendiri. Ini adalah bentuk pendekatan diri (taqarrub) yang paling afdol. Namun, jika tidak mampu, Anda disunnahkan untuk hadir dan menyaksikan proses penyembelihannya secara langsung sambil berdoa.

5. Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha

Berbeda dengan Idul Fitri di mana kita disunnahkan makan sebelum berangkat shalat, pada Idul Adha sunnahnya adalah menahan makan sampai selesai shalat Id. Rasulullah SAW biasanya baru makan setelah kembali dari shalat Id, dan makanan pertama yang beliau santap adalah sebagian dari daging qurbannya.

6. Mengucapkan Niat dan Takbir saat Penyembelihan

Saat hewan akan disembelih, pastikan prosesnya mengikuti syariat. Disunnahkan membaca:

  1. Bismillahi Wallahu Akbar (Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar).
  2. Membaca shalawat atas Nabi SAW.
  3. Berdoa agar qurbannya diterima oleh Allah SWT.

7. Membagi Daging Menjadi Tiga Bagian

Meskipun secara hukum boleh saja memberikan semuanya kepada fakir miskin, disunnahkan bagi shohibul qurban untuk membagi daging menjadi tiga:

  1. Sepertiga untuk dikonsumsi sendiri dan keluarga.
  2. Sepertiga untuk dihadiahkan kepada kerabat atau tetangga (meskipun mereka mampu).
  3. Sepertiga untuk fakir miskin.

Kesimpulan

Melaksanakan ibadah qurban dengan memperhatikan sunnah-sunnah di atas akan memberikan kepuasan batin dan pahala yang lebih sempurna. Qurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan, melainkan bentuk pengabdian total kepada Allah SWT. Mari persiapkan diri dan hewan terbaik kita untuk Idul Adha tahun ini.

Kontak Whatsapp