13 May 2026
Tangerang, 13 Mei 2026 - Mendekati hari raya Iduladha, kesibukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dipastikan akan meningkat berkali-kali lipat. Banyak masyarakat, panitia masjid, hingga lembaga amil zakat mulai mengalihkan proses penyembelihan hewan qurban ke RPH demi alasan higienitas dan ketertiban.
Di tengah lonjakan permintaan ini, peran Juru Sembelih Halal (Juleha) yang bersertifikat kompetensi menjadi garda terdepan. Bukan sekadar memenuhi aspek administratif, sertifikasi Juleha saat ini menjadi kebutuhan mendesak bagi RPH karena beberapa alasan krusial berikut ini:
1. Menjamin Keabsahan Ibadah Qurban
Qurban adalah ibadah yang memiliki aturan syariat yang ketat. Kesalahan pada proses penyembelihan—seperti saluran napas yang tidak terputus sempurna atau pisau yang kurang tajam—dapat menyebabkan hewan tidak sah menjadi qurban dan status dagingnya menjadi bangkai.
Juleha yang memiliki sertifikat kompetensi telah melewati uji pemahaman fiqh penyembelihan. Hal ini memberikan ketenangan batin bagi shohibul qurban (orang yang berqurban) bahwa ibadah mereka sah sesuai tuntunan agama.
2. Menghadapi Volume Penyembelihan yang Tinggi (High Pressure)
Pada hari tasyrik, RPH bekerja ekstra keras menyembelih ratusan ekor hewan dalam waktu singkat. Tanpa kompetensi dan teknik yang tersertifikasi, risiko kelelahan dan kesalahan teknis sangat besar. Juleha yang terlatih tahu cara menjaga ritme kerja, teknik mengasah bilah dengan cepat, serta metode menjatuhkan hewan yang efektif tanpa menyakiti, sehingga produktivitas RPH tetap terjaga tanpa mengabaikan kualitas.
3. Implementasi "Wajib Halal Oktober 2024"
Pemerintah melalui BPJPH telah mencanangkan kewajiban sertifikasi halal bagi produk makanan dan jasa penyembelihan yang akan mulai berlaku penuh pada Oktober 2024. Momentum Iduladha tahun ini adalah pembuktian bagi RPH untuk menunjukkan bahwa mereka telah siap dengan tenaga kerja yang tersertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sesuai regulasi negara.
4. Menjaga Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare) di Tengah Keramaian
Proses qurban seringkali menjadi sorotan terkait aspek kesejahteraan hewan (animal welfare). Hewan yang stres atau diperlakukan kasar sebelum disembelih akan memengaruhi kualitas daging (daging menjadi alot dan cepat busuk).
Juleha bersertifikat dibekali keahlian khusus dalam menangani hewan agar tetap tenang. Hal ini krusial untuk menjaga citra RPH sebagai tempat pemotongan yang profesional dan berperikemanusiaan.
5. Higiene dan Keamanan Pangan bagi Masyarakat
Daging qurban akan didistribusikan ke banyak orang, termasuk kaum dhuafa. Juleha yang kompeten tidak hanya ahli menyembelih, tetapi juga memahami standar sanitasi. Sertifikasi memastikan mereka paham cara menghindari kontaminasi silang antara isi perut dengan daging karkas. Dengan tenaga bersertifikat, RPH menjamin bahwa daging yang keluar adalah daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
6. Meningkatkan Kepercayaan Publik dan Institusi
Banyak perusahaan, bank, dan instansi pemerintah yang melakukan qurban kolektif kini mensyaratkan RPH yang memiliki legalitas jelas dan tenaga penyembelih bersertifikat. Sertifikasi kompetensi Juleha menjadi "kartu as" bagi RPH untuk memenangkan kepercayaan pasar dan menunjukkan keunggulan dibanding tempat pemotongan ilegal atau dadakan.
Kesimpulan
Iduladha bukan sekadar momen ritual musiman, melainkan ujian profesionalisme bagi Rumah Pemotongan Hewan. Memiliki Juru Sembelih Halal yang bersertifikat kompetensi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk menjamin keabsahan syariat, kepatuhan regulasi, dan kepuasan masyarakat.
Bagi RPH, membekali para pekerjanya dengan sertifikasi kompetensi sekarang adalah langkah terbaik sebelum lonjakan qurban tiba. Karena pada akhirnya, kualitas daging yang halal dan baik dimulai dari tangan penyembelih yang kompeten.
Copyright @ 2026 By Halal Syariah Integrasi