19 May 2026
Tangerang, 19 Mei 2026 — Industri Syariah dan Peluang Karier di Ekonomi Halal menjadi perhatian seiring berkembangnya sektor keuangan, makanan, fesyen, dan layanan berbasis syariah.
Perkembangan ini membuka kebutuhan tenaga kerja dengan pemahaman ekonomi halal dan prinsip syariah. Dengan demikian, kompetensi tidak hanya dibutuhkan di lembaga keuangan, tetapi juga sektor industri pendukung.
Kebutuhan SDM meningkat karena produk halal kini masuk ke berbagai aktivitas bisnis modern. Selain itu, pelaku usaha memerlukan tenaga kerja yang memahami standar layanan dan regulasi halal.
Baca juga: Bukan Sekadar Berbagi Daging, Inilah Manfaat Dahsyat Qurban yang kembali kediri sendiri
Otoritas Jasa Keuangan melalui Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia 2024 mencatat perkembangan sektor keuangan syariah nasional. Laporan tersebut mencakup perbankan syariah, pasar modal syariah, dan industri keuangan non-bank syariah. (ojk.go.id)
Sementara itu, State of the Global Islamic Economy Report 2023/2024 menyoroti perkembangan ekonomi halal global di sektor makanan, perjalanan, media, fesyen, dan farmasi. Laporan ini diterbitkan oleh DinarStandard bersama berbagai mitra industri. (haladinar.io)
Namun, pertumbuhan industri halal tidak otomatis diikuti kesiapan tenaga kerja. Karena itu, pelatihan dan sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting dalam penguatan SDM.
Bagi masyarakat, ekonomi halal membuka peluang karier yang lebih luas. Artinya, tenaga kerja dapat masuk ke bidang audit halal, administrasi syariah, pemasaran produk halal, logistik, dan layanan pelanggan.
Baca juga: Mengenal Sertifikasi Halal bagi Pelaku Bisnis Muda di Indonesia
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Kebijakan ini menekankan penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal menjadi dasar penguatan ekosistem halal nasional. Dengan kata lain, pelaku usaha perlu memahami standar dan proses sertifikasi produk halal.
Dalam praktiknya, tenaga kerja industri syariah perlu memahami administrasi, layanan, kepatuhan, dan komunikasi bisnis. Kemudian, kemampuan digital juga menjadi penting karena banyak layanan halal berkembang melalui platform daring.
Pada saat yang sama, lembaga pelatihan perlu memastikan materi sesuai kebutuhan industri. Kurikulum harus mengikuti perkembangan regulasi, layanan digital, dan kebutuhan pasar halal global.
Ke depan, ekonomi halal diperkirakan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan produk dan layanan berbasis syariah. Oleh sebab itu, penguatan kompetensi menjadi fondasi penting bagi karier di industri halal.
Copyright @ 2026 By Halal Syariah Integrasi