Logo hasdemy
Cara Memastikan Bahan Baku Usaha Kamu Sudah Halal: Panduan untuk UMK 10 December 2025

Cara Memastikan Bahan Baku Usaha Kamu Sudah Halal: Panduan untuk UMK

Menjalankan bisnis kuliner atau UMK di era sekarang tidak hanya soal rasa yang enak atau harga yang terjangkau—tetapi juga jaminan halal. Banyak pelaku UMK sebenarnya sudah berniat menciptakan produk halal, tetapi masih bingung bagaimana memastikan bahwa bahan baku yang mereka gunakan benar-benar halal dan sesuai standar.

Padahal, sesuai regulasi, semua pelaku usaha yang memproduksi makanan, minuman, kosmetik, atau obat-obatan wajib menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Salah satu pilar utama SJPH adalah pengendalian bahan, yang mencakup pemastian bahwa bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong yang digunakan benar-benar memenuhi ketentuan halal.

Artikel ini membahas langkah-langkah praktis dan mudah dipahami agar UMK bisa memastikan bahan bakunya halal—tanpa ribet dan tanpa harus menebak-nebak lagi.
 

1. Kenapa UMK Wajib Memastikan Bahan Baku Halal?

Ada tiga alasan utama:

a. Kewajiban Regulasi

Sejak diberlakukannya UU JPH dan program percepatan sertifikasi halal, setiap pelaku usaha wajib memastikan komponen produknya halal—termasuk bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong.

b. Kepercayaan Konsumen

Kesadaran masyarakat akan produk halal semakin tinggi. Jika kamu bisa menunjukkan bahwa bahan bakumu halal, konsumen akan jauh lebih percaya dan loyal.

c. Mencegah Produk Tidak Lolos Sertifikasi

Kesalahan paling umum UMK adalah menggunakan bahan tanpa label halal atau tanpa dokumen. Akibatnya, produk gagal memperoleh sertifikat halal.
 

2. Cara Memastikan Bahan Baku Sudah Halal

Berikut langkah-langkah yang bisa langsung kamu praktikkan dalam bisnismu.

A. Cek Label Halal dari Setiap Bahan

Ini langkah paling sederhana, tetapi sering diabaikan.

Pastikan semua bahan yang kamu beli memiliki:

✔ Logo halal resmi BPJPH
✔ Nama produsen yang jelas
✔ Nomor izin edar (BPOM atau PIRT)

Jika kamu adalah UMK yang menggunakan banyak kemasan curah (seperti tepung, gula, minyak), pastikan kamu membeli dari toko atau distributor yang bisa menunjukkan bukti legalitas produknya.
 

B. Pastikan Bahan Memiliki Dokumen Halal

Dokumen halal sangat penting terutama untuk proses sertifikasi halal, yaitu:

  • SH produk halal (sertifikat halal bahan yang kamu gunakan)
    COA (Certificate of Analysis)
    Spesifikasi bahan
    Daftar komposisi lengkap

    Dokumen ini dibutuhkan oleh penyelia halal saat menyusun SJPH.

Tips:
Untuk bahan impor atau bahan modern (seperti emulsifier, perisa, pewarna), dokumen sangat wajib, karena banyak bahan tersebut berpotensi menggunakan komponen non-halal.


C. Pilih Supplier yang Terbukti Halal-Friendly

Supplier halal-friendly adalah pemasok yang:

Menyediakan bahan dengan sertifikat halal
Mau memberikan dokumen
Standar penyimpanan dan distribusinya jelas
Tidak mencampur bahan halal dan non-halal

Cara memilih supplier halal:

  1. Tanyakan apakah semua bahan mereka sudah halal
  2. Minta daftar sertifikat halal bahan
  3. Cek riwayat reputasi supplier
  4. Hindari supplier yang tidak transparan

     

D. Kenali Bahan-Bahan yang Sering Dikategorikan “Kritis”

Tidak semua bahan otomatis halal. Ada beberapa kategori bahan yang harus lebih diwaspadai, misalnya:

Bahan Hewani

gelatin
shortening
kaldu bubuk
keju (mengandung enzim rennet)
emulsifier berbasis hewani

Bahan Kimia Tambahan

  • flavor
    seasoning

pewarna
stabilizer

Bahan Non-Halal yang Harus Dihindari

  • alkohol (lebih dari batas teknis)
    lemak babi
    gelatin babi
    rennet non-mikrobial
    bahan dari hewan yang tidak disembelih secara halal

Mengetahui daftar bahan kritis membuat UMK lebih berhati-hati dan tidak asal pakai.

 

3. Cara Mengelola Bahan Baku Agar Tetap Halal

Memastikan bahan baku halal bukan hanya soal memilih bahan—tetapi juga cara mengelola dan menyimpannya.

a. Pisahkan bahan halal dari bahan berpotensi non-halal

Untuk UMK rumahan, pisahkan rak penyimpanan, wadah, dan alat dapur.

b. Gunakan peralatan yang hanya dipakai untuk produksi halal

Jangan mencampur peralatan masak untuk produk halal dan non-halal.

c. Pastikan supplier tetap konsisten

Selalu cek batch baru bahan—jangan berasumsi label lama sama dengan yang sekarang.

d. Simpan bukti pembelian

Nota belanja penting untuk audit halal.

 

4. Kesalahan Umum UMK Saat Memastikan Bahan Halal

  • Hanya melihat logo halal tanpa cek keaslian

Padahal label bisa berubah atau kedaluwarsa.

  • Menggunakan bahan repack tanpa info produsen

Ini sangat riskan.

  • Tidak menyimpan dokumen bahan

Saat sertifikasi halal, penyelia halal akan kesulitan.

  • Tidak menanyakan dokumen ke supplier

Dokumen sangat penting untuk proses verifikasi.

 

5. Pelatihan untuk UMK agar Lebih Paham Bahan Halal

Banyak pemilik UMK belum memahami detail bahan kritis, dokumen halal, dan cara verifikasi. Karena itu, UMK disarankan mengikuti pelatihan penyelia halal untuk memahami:

  • cara membaca dokumen bahan
    cara cek bahan yang tidak aman
    cara membuat SJPH
    cara audit internal bahan
    cara memilih supplier halal

Jika ingin benar-benar siap untuk sertifikasi halal, pelatihan penyelia halal sangat disarankan.

 

Mulai dari Bahan, Bisnismu Jadi Lebih Halal dan Aman

Memastikan bahan baku halal bukanlah proses sulit jika tahu langkah-langkahnya. Dengan memilih supplier terpercaya, memahami dokumen halal, dan mengetahui bahan kritis, bisnis UMK dapat menghasilkan produk yang aman, halal, dan dipercaya konsumen.

Semakin cepat kamu menerapkan pengendalian bahan yang benar, semakin mudah proses sertifikasi halal bisnismu ke depannya.

Kontak Whatsapp