29 May 2026
Tangerang, 29 Mei 2026 — Tips mengelola daging qurban agar tetap higienis perlu dipahami sejak daging diterima, dibagi, disimpan, hingga dimasak di rumah.
Daging qurban termasuk bahan pangan yang mudah rusak. Karena itu, penanganannya tidak boleh asal cepat selesai. Kebersihan tangan, alat potong, wadah, dan tempat penyimpanan harus diperhatikan sejak awal.
Kementerian Pertanian mengingatkan panitia qurban untuk menjaga kebersihan alat, memakai air bersih, dan memastikan distribusi daging tidak menyebabkan kontaminasi. Langkah ini penting untuk menjaga keamanan pangan dan menekan risiko penyakit dari hewan ke manusia.
Baca juga : Cara Berbagi Daging Qurban dengan Adil dan Tepat
Kesalahan yang sering terjadi adalah mencuci daging sebelum disimpan. Padahal, daging qurban sebaiknya tidak langsung dicuci sebelum masuk kulkas. Air dapat membuat permukaan daging lebih lembap. Akibatnya, kualitas daging lebih cepat turun.
Sebagai gantinya, potong daging sesuai kebutuhan masak. Setelah itu, masukkan ke wadah bersih atau plastik pangan. Gunakan ukuran kecil agar daging lebih mudah dibekukan dan dicairkan kembali. Selain itu, pisahkan daging dari jeroan agar bau dan cairan tidak bercampur.
Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang juga menyarankan daging yang akan dimasak dalam satu sampai dua hari disimpan di chiller bersuhu 2–4 derajat Celsius. Sementara itu, daging untuk waktu lebih lama dapat disimpan di freezer.
Baca juga : Makna Ibadah Qurban dalam Kehidupan Sehari-hari
Penyimpanan perlu dilakukan dalam wadah tertutup. Tujuannya agar cairan daging tidak menetes ke bahan makanan lain. Selain itu, kulkas jangan terlalu penuh. Sirkulasi udara dingin tetap dibutuhkan agar suhu lebih stabil.
WHO menjelaskan bahwa pangan tidak aman dapat mengandung bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya. Karena itu, kebersihan dapur dan pemisahan bahan mentah dari makanan matang perlu dijaga.
Saat akan dimasak, cairkan daging secara bertahap di chiller. Hindari mencairkan daging dengan air panas. Cara ini dapat merusak tekstur dan membuat suhu permukaan naik terlalu cepat.
Dengan pengelolaan yang benar, daging qurban bisa tetap higienis dan aman dikonsumsi. Jadi, jangan cuma semangat dapat daging. Pastikan juga cara simpannya tidak bikin kulkas jadi TKP bakteri.
Copyright @ 2026 By Halal Syariah Integrasi